TUGAS PSDP 2019 (BALI SIAP BERSAING)

Siapa yang tidak mengenal Pulau Bali? Bali merupakan salah satu desninasi wisata wajib ketika berkunjung ke indonesia. Bali memiliki pesona alam yang indah tidak hanya itu Bali juga terkenal akan budayanya yang kental. Bali identik dengan pantainya. Pasirnya yang putih, air yang jernih serta penduduknya yang ramah menjadi daya tarik utama Pulau Dewata ini. Hanya saja Bali kini sudah ‘semakin besar’ dalam hal wisata.

Bali tak lagi hanya mengandalkan wisata pantainya yang indah. Head of Tourism Marketing Division Dinas Pariwisata Bali, Nyoman Wardawan mengungkapkan, Bali punya segudang inovasi dan strategi untuk menggaet turis. 

“Sekarang ini Bali sedang fokus menggarap spiritual tourism,” katanya kepada CNNIndonesia.com, di Dinas Pariwisata Bali di sela Fam Trip Tour Operator di Bali, belum lama ini. 

“Bali memang punya aura religi. Ini terlihat pada kehidupan sehari-hari penduduknya,” kata dia. 

Nyoman mengatakan, berbagai aktivitas yang mendukung kegiatan spiritual tourism di Bali pun semakin banyak digelar. Peminatnya pun juga tak sedikit. 

Beberapa contoh yang dimaksud Nyoman misalnya upacara perayaan keagamaan Hindu, upacara pembakaran mayat (ngaben) sampai festival yoga, meditasi juga ragam tarian.

“Acara festival spiritual ini banyak dilakukan di kawasan Bali Utara,” sebut Nyoman. 

Selain spiritual tourism, Bali kini juga sedang mengembangkan sport tourism. Namun sport atau olahraga yang dimaksud adalah olahraga tradisional. Mepantingan atau gulat lumpur adalah salah satu wisata olahraga yang ingin dipopulerkan ke kalangan wisawatan. 

                         Bali merupakan paket lengkap destinasi wisata. Tak hanya kaya akan destinasi alami, Bali juga punya wisata budaya, religi dan olahraga tradisional. (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)

Nyoman mengatakan, wisata olahraga ini juga akan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan spiritual sekaligus. “Sebelum mulai mepantingan, akan ada upacaranya dulu, kemudian ada gamelannya. Setelah itu baru mulai gulat lumpur,” ucap dia.

Nyoman menambahkan bahwa, Bali sebenarnya punya segalanya, sebagai sebuah kawasan wisata. Dari wisata pantai di Kuta dan Sanur, wisata religi di Bali Utara, sport tourism di Gianyar sampai wisata alam asli desa wisata di kawasan Tabanan. 

Berbagai inovasi dunia wisata Bali ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tak dimungkiri, Bali memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Kondisi ini memang akan menambah nilai kunjungan wisata nasional. 

Anggaran Pengembangan Wisata Capai Rp120 Miliar

Inovasi Bali ini merupakan sebuah jawaban atas tantangan pemerintah pusat. 

Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Kementerian Pariwisata Taufik Nurhidayat mengungkapkan, hal-hal baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali ini, menjadi tugas bagi pemerintah provinsi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penambahan subsidi pariwisata pemerintah pusat kepada provinsi. 

“Anggaran pariwisata Bali sekarang ini ditambah menjadi Rp120 M tapi bukan dalam bentuk tunai. Semuanya digunakan untuk peningkatan promosi,” kata Taufik saat Business Gathering Tour Operator di Novotel, Bali, pekan ini. 

“Tahun ini Bali ditargetkan untuk menarik empat juta wisawatan.” 

Selain untuk tetap mempertahankan popularitasnya sebagai lokasi populer di Indonesia, strategi dan inovasi Bali ini juga digunakan untuk memperkenalkan kota lain di Indonesia. Bali adalah bagian tak terpisahkan dari pariwisata Indonesia. Diibaratkan, Bali bisa menjadi pintu gerbang untuk pariwisata Indonesia. 

Baik Nyoman dan Taufik sama-sama setuju bahwa langkah inovasi wisata Bali ini bisa menjadi sebuah peluang besar untuk memperkenalkan daerah lainnya di Indonesia. 

“Agak sulit kalau tahu-tahu wisatawan asing ‘disuruh’ untuk langsung wisata ke daerah lain di Indonesia. Merek belum tentu tahu dan mau, karena mereka tahunya Indonesia adalah Bali,” kata Taufik. 

“Maka, kita buat dulu mereka masuk ke Bali. Setelah masuk baru kita perkenalkan dengan wisata di daerah lainnya. Itu akan lebih mudah untuk mereka.” 

Menambahkan ucapan Taufik, Nyoman juga mengatakan bahwa sekalipun Bali sudah populer di kalangan wisatawan, namun Bali tak bisa sendirian mengangkat dan mewakili pariwisata Indonesia. 

“Wisata Indonesia bukan cuma Bali. Semua kota punya potensi wisatanya masing-masing, tak kalah indah dari Bali. Dan semuanya harus saling mendukung untuk membuat wisata Indonesia lebih kuat dan dipandang dunia,” kata Nyoman.

TUGAS PSDP 2019 (JENIS USAHA DAN STRATEGI)

Dalam hal ini saya ingin membuat bisnis kuliner karena zaman ini, jenis bisnis restoran atau kuliner menjadi bisnis yang kompetitif. Ini dikarenakan  harus mengarahkan pelanggan untuk makan dan membuat mereka merasa nyaman melebihi pelayanan yang diberikan tempat makan lainnya. Jika tidak dapat menarik perhatian pelanggan, kemungkinan usaha kuliner akan ditutup. harus bisa menarik perhatian pelanggan sebanyak mungkin untuk bisa memenangkan persaingan bisnis khususnya pada jenis bisnis kuliner.

Orang-orang pergi ke bisnis kuliner tidak hanya untuk sekedar makan. Namun, mereka juga ingin menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga sambil menikmati makanan. Ada juga yang ingin meng-update makanan yang mereka pesan di media sosial karena mereka menganggap kuliner yang Anda sajikan unik dan patut untuk dibagikan ke teman-teman di jejaring media sosial yang mereka gunakan. Namun, banyak pengusaha kuliner yang menutup bisnisnya secara tiba-tiba karena bisnisnya sepi pelanggan.

Yang perlu dilakukan untuk menjalankan bisnis kuliner secara efektif adalah menghindari kesalahan yang dibuat pengusaha kuliner lain. Sebagai contoh, banyak pengusaha gagal dalam membuka bisnis kulinernya karena minimnya riset pasar dan tidak bisa mencari target pelanggan secara tepat. Ditambah, mereka tidak punya perencanaan yang matang terkait pengelolaan keuangan. Sebagian besar dari mereka juga tidak memiliki rencana pemasaran untuk branding. Padahal, branding merupakan strategi yang harus rancang segera untuk mulai membangun reputasi bisnis. Suatu brand bisnis apapun yang mapan dapat dengan mudah menghadapi persaingan bisnis. Berikut adalah enam strategi agar bisnis kuliner bisa bertahan dalam menghadapi persaingan bisnis:

Buat Cadangan Dana

Kemerosotan tiba-tiba dalam bisnis sering tak terhindarkan bagi para pengusaha pemula. Sebagian besar banyak bisnis kuliner memulai dengan awal yang baik. Namun banyak juga dari mereka yang “kalang kabut” ketika menghadapi musim di mana pelanggan tidak banyak berkunjung ke bisnis mereka. Langkah bijak untuk menghadapi situasi tersebut adalah merencanakan pengeluaran modal selama beberapa periode ke depan.

Umumnya, pemilik bisnis kuliner atau restoran baru membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan atau lebih sebelum mencapai titik breakeven. Sisihkan cukup dana hingga periode itu berakhir.  Pemilik bisnis kuliner haruslah memperkirakan dan memprediksi kapan masa krisis yang mungkin akan menghabiskan banyak anggaran akan terjadi.

Buat Logo yang Menarik & Berkesan

Pastikan bisnis kuliner memiliki logo unik. Orang-orang akan melihat logo bisnis di iklan media sosial, situs web, papan menu, dan di tempat lain. Logo bukan hanya tanda hak cipta untuk mengidentifikasi kedudukan bisnis kuliner. Namun lebih dari itu, desain logo membantu membangun citra brand yang dapat dipercaya oleh publik.

Jadi, buat desain dan konsep logo yang unik. Pastikan bahwa logo tersebut bebas dari unsur klise seperti gambar topi koki, gambar piring, dan lainnya.

Buat Tampilan Menu yang Unik

Ketika orang mengunjungi restoran, hal pertama yang mereka temui adalah kartu atau papan menu bisnis kuliner. Tampilan menu pastinya berisi jenis dan harga menu yang ditampilkan untuk pelanggan. Pelanggan dapat memilih hidangan yang sesuai dengan kantong mereka setelah melihat tampilan menu. Tetapi desain tampilan menu yang dibuat secara unik dan profesional memiliki kemampuan untuk membuat bisnis kuliner “berbeda” dengan kompetitor lain. Pastikan harga per menu dikategorikan dengan rapi dalam desain tampilan menu.

Manfaatkan Media Sosial

Salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan bisnis kuliner atau restoran adalah dengan memanfaatkan media sosial. Sekarang ini, orang-orang sudah banyak menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Jadi, pilih dan buat akun media sosial yang akan bermanfaat bagi eksistensi dan kelangsungan hidup bisnis Anda.

Lakukan Promosi Secara Agresif

Promosi agresif bisnis kuliner atau restoran baru sangat penting untuk mendapatkan pengakuan brand oleh publik. Dengan melakukan promosi secara agresif, orang-orang yang belum mengetahui bisnis akan penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang bisnis kuliner. Dan sebenarnya, biaya bukanlah halangan utama bagi aktivitas promosi bisnis. Yang perlu lakukan adalah mengadopsi beberapa cara promosi lewat iklan dengan biaya murah, dan cara-cara promosi hemat biaya lainnya.

Kerja Sama untuk Mendongkrak Perkembangan Bisnis Kuliner

Setelah bisnis kuliner atau restoran berhasil dibangun, pastikan mencapai perkembangan bisnis secara konsisten dan persisten. memerlukan banyak ide bisnis yang lebih segar dari beberapa kenalan bisnis untuk pertumbuhan bisnis yang stabil. Sebagai salah satu contoh, bisa bekerja sama dengan influencer yang bisa membantu mempromosikan menu bisnis kuliner secara efektif.

TUGAS PSDP 2019

Kilas Revolusi Industri 4.0

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya sesuai dengan informasi yang Kompas.com terima, Jumat (22/3/2019). Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.

“Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Orang lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming

Transforming Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar Menpar. Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo sedang fokus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2019 ini pun diharapkan menjadi tahun pembangunan SDM Indonesia. Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sektor pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar. Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata. “Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.

Begitupun juga dengan dampak 4.0 terhadap pariwisata seperti banyaknya makanan ataupun minuman yang bisa di pesan melalui aplikasi selain itu juga barang  pun bisa dipesan. Karena zaman yang makin canggih sama halnya yang terjadi jepang banyak robot yang menggantikan peran manusia. Dalam hal penyebaran informasi tentang daya tarik wisata serta cara mempromosikan daya tarik wisata menggunakan internet.
https://travel.kompas.com/read/2019/03/22/153000827/sambut-revolusi-industri-4.0-menpar-beberkan-visi-pariwisata-ri.

97056752 – smart factory concept. industrial internet of things. sensor network. modern digital factory vector

TUGAS PSDP 2019

PEMERINTAH dan pemangku yang berkepentingan akan lebih serius menggarap pasar wisatawan milenial yang diproyeksikan terus tumbuh dan menjadi pasar utama.

Pada 2030, Asia akan menjadi rumah bagi 57% penduduk usia 15- 38 atau yang populer dengan sebutan generasi Y atau generasi milenial. Di China, kaum milenialis akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

Sejalan dengan itu, pasar pariwisata Asia juga akan didominasi wisatawan milenial. “Sekitar 40% perjalanan wisatawan itu dari regionalnya. Pasar kita juga dominan wisman dari kawasan Asia, khususnya ASEAN sekitar 30%,” ujar Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani di sela-sela FGD dengan tema “Millennials & Disruption, Tantangan Model Bisnis” di Jakarta.

Kiki, sapaan akrabnya, melihat saat ini 50% dari masing-masing pasar wisman tersebut sudah merupakan generasi milenial. Dia pun meyakini lima tahun kedepan perkembangan pasar wisatawan milenial akan terus menanjak sehingga perlu strategi tepat untuk merangkul milenial dari berbagai segmen.

Pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali mengatakan, karakteristik wisatawan milenial di berbagai regional bisa berbeda-beda. Misalnya milenial Amerika punya moto work hard play hard, suka travel jarak jauh atau long haul, dengan pengeluaran yang besar. Wisatawan China juga terbilang high spender dan suka berbelanja, berwisata dengan mengambil paket turdan mencari destinasi populer, dan milenial Indonesia karakternya impulsive holidays, memperhitungkan biaya/budget travel, dan hari “kejepit” penting dan dimanfaatkan untuk berwisata

“Dalam perkembangannya, saat berwisata tak jarang mereka juga menawarkan jasa titipan atau jastip dan bistip. Gaya hidup milenial Indonesia sudah berubah banyak,” tutur Rhenald.

Adapun pengeluaran selama berwisata, untuk Asia USD1.548, Eropa USD1.300, Timur Tengah USD3.000, dan Amerika USD2.500. Lebih lanjut Rhenald mengatakan, milenial sebagai generasi yang ingin selalu terkoneksi dengan dunia, tentunya membutuhkan ketersediaan perangkat konektivitas seperti Wi-Fi dalam liburannya.

Kehadiran milenial menyebabkan disrupsi di industri pariwisata, dimana cara-caranya sudah terganti oleh medium kekinian seperti platform digital. Maka dari itu, pelaku bisnis pariwisata Indonesia perlu segera mengantisipasi perubahan model bisnis pariwisata ke era digital atau millennial tourism.

Para millennial travelers ini mempunyai kesenangan untuk berpetualang atau travelling, namun mereka lebih suka menggunakan jasa-jasa perjalanan wisata yang berbasis aplikasi, bukan lagi konvensional. Oleh karena itu pelaku bisnis pariwisata juga harus dapat menyesuaikan model bisnisnya sesuai dengan tuntunan pasar.

Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, tumbuhnya wisatawan milenial merupakan peluang besar bagi industri pariwisata. Asita menyatakan siap menyesuaikan selera dan kebutuhan dari pasar millennial tourism, dan juga menyesuaikan perubahan karakteristik dari wisatawan yang berusia lebih muda tersebut, menyesuaiakan dengan habit dan kebiasaan mereka yang semakin berkembang

Dia mengakui saat ini industri wisata di Tanah Air cukup tertekan dengan hadirnya layanan travel online seperti pemesanan tiket secara online dan juga pemesanan hotel secara online.

Untuk itu, pihaknya siap beradaptasi dengan mengombinasikan sistem konvensional dan digital yang akhirnya menghasilkan layanan terbaik.

Asnawi mengakui, saat ini sebagian besar wisatawan milenial lebih memanfaatkan teknologi digital dibandingkan cara tradisional dalam memilih tiket akomodasi maupun pemesanan kamar hotel. Meski demikian, Asita tetap optimistis bisa meraih pangsa pasar tersebut dengan mengandalkan pelayanan terbaik.

Hal serupa juga diyakini Rhenald Kasali yang meyakini pelaku usaha pariwisata akan mampu beradaptasi dengan perubahan. “Karakter bisnis pariwisata itu mereka terperangkap masa lalu, kaget, tapi kemudian dengan cepat mereka beradaptasi,” tuturnya.

Asdep Manajemen Strategis Kemenpar Frans Teguh mengatakan, di era digital saat ini kaum milenial sebagai pemeran utama dalam menggunakan teknologi dan mengakses informasi di dunia maya.

Kaum Generasi Y ini mudah terlihat dengan kegemaran mereka berwisata dan lebih senang berpetualang, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Pada berbagai kesempatan, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga kerap menyinggung terkait peran besar milenial dalam pariwisata. “Market-nya adalah para milenial. Anak-anak muda mobile, digital dan interaktif serta terutama yang melalui media sosial,” tuturnya.

https://lifestyle.okezone.com/read/2018/10/19/406/1966320/tingginya-minat-berwisata-para-kaum-milenial

TUGAS PSDP 2019

Bukan hal yang tidak mungkin lagi jika pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Karena seiring berkembangnya zaman di era ini sudah termasuk zaman yang sangat canggih dengan menggunakan handphone sekarang sudah bisa untuk memesan, membeli bahkan membayar sekalipun. di era digital Semua serba cepat, mudah dan instan. Bagi anak-anak zaman now, internet seakan-akan jadi kebutuhan primer. Mereka banyak menghabiskan waktu di depan smartphone atau komputer daripada melakukan aktivitas diluar ruangan.  Sangat berbeda dengan yang terjadi pada zaman dahulu dimana teknologi belum dikembangkan. Maka dari itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia. gunanya dilakukan ini agar Indonesia tidak kalah dengan negara lain yang dimana teknologi untuk mempromosikan pariwisatanya sudah canggih.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.

“Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” kata Menpar Arief Yahya, saat Pelantikan sekaligus Rakernas DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) tahun 2019-2024 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 8 April 2019.

Dia juga menekankan bahwa Pemeritah harus terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi. Kementerian Pariwisata (Kempar) mendata devisa yang diraup sektor pariwisata mencapai 9 miliar dolar AS. Nilai tersebut didukung realisasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terus tumbuh hingga sampai akhir tahun 2018 ditarget mencapai 17 juta orang. Meskipun gagal mencapai target, tetapi sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari-November 2018 secara kumulatif mencapai 14,39 juta kunjungan atau naik 11,63 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 sebanyak 12,89 juta kunjungan.

Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang.

“Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.

Mentri pariwisata Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.

Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.

“Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Menpar juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan ASITA selama ini. Menpar mengharapkan kerja sama dengan ASITA terjalin dengan semakin baik di kepengurusan baru.

Dalam Rakernas DPP ASITA 2019, Menteri Pariwisata juga melantik Ketua sekaligus jajaran Dewan Pengurus Pusat ASITA untuk masa bakti 2019-2024 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri.

“Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujarnya.

Nunung Rusmiati dalam sambutannya menetapkan komitmen untuk mendukung pengembangan sektor Pariwisata Indonesia. ASITA memiliki 7.000 anggota yang tersebar di 34 provinsi. Di antaranya adalah melalui partisipasi dalam program-program Kementerian Pariwisata.

https://www.inews.id/travel/destinasi/era-digital-travel-agent-bertransformasi-ke-milenial-tourism/511069

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started