Kilas Revolusi Industri 4.0
Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.
Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.
Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya sesuai dengan informasi yang Kompas.com terima, Jumat (22/3/2019). Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.
“Hal itu
sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di
Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar
mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan
jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang
berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu,
dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata
(Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah
menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan
agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Orang
lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan
hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming
Transforming
Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar
Menpar. Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung
Presiden Joko Widodo sedang fokus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada 2019 ini pun diharapkan menjadi tahun pembangunan SDM Indonesia. Terkait
hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM
Indonesia untuk sektor pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang
siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan
sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di
semua lini,” ungkap Menpar. Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan
tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata. “Revolusi
industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari
lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,”
tutup Menpar Arief Yahya.
Begitupun juga
dengan dampak 4.0 terhadap pariwisata seperti banyaknya makanan ataupun minuman
yang bisa di pesan melalui aplikasi selain itu juga barang pun bisa dipesan. Karena zaman yang makin
canggih sama halnya yang terjadi jepang banyak robot yang menggantikan peran
manusia. Dalam hal penyebaran informasi tentang daya tarik wisata serta cara
mempromosikan daya tarik wisata menggunakan internet.
https://travel.kompas.com/read/2019/03/22/153000827/sambut-revolusi-industri-4.0-menpar-beberkan-visi-pariwisata-ri.




